Bidadari_kuw …..(Ayat2 Cinta)

February 19th, 2008 by ed0-thea

BIDADARIKU ,
NAMAMU TAK TERUKIR DALAM CATATAN HARIANKU ,
ASAL-USULMU TAK HADIR DALAM DISKUSI KEHIDUPANKU ,
WAJAH WUJUDMU TAK TERLUKIS DALAM SKETSA MIMPIKU ,
INDAH SUARAMU TAK TEREKAM DALAM PITA BATINKU ,
NAMUN KAU HIDUP MENGALIRI PORI PORI CINTA & SEMANGATKU,
SEBAB KAU ADALAH HADIAH AGUNG DARI TUHAN UNTUKKU,
BIDADARIKU ,..

dear dairy huhu …dudut edo..

January 28th, 2008 by ed0-thea

dear dairy….

bingung mulai dari mana mo coba coba tulis dairy .harapan sih bisa bikin ringan dalam diri ..campur rasanya ..kaya makanan aja tapi itu yang dialami..percaya nda percaya kadang serasa mimpi tapi ini nyata..hati ini tak seriang, secerah seperti dulu …ntah apa yang kurasa..hidup terasa hampa dalam kekosongan sempet terpikir dan bertanya dalam diri serapuh inikah engkau "edo dudut"…dalam ketidak siapan kadang coba tuk mengulas ada apa sih.? setiap diri punya cita cita dan harapan namun ketika semua itu mulai memudar sebarapa sanggup diri dapat bertahan..ini ujian,cobaan atau musibah..ingin sekali diri ini mengadu..memang tak ada manusia yang sempurna..setidaknya dirimu sudah berusaha menjadi apa adanya walau belom tentu bidadari itu memahami kamu seutuhnya…coba tanya pada dirimu "edo dudut" intinya dirimu blom siap mengalami perubahan suasana ini? ayo jujur ? suasana manja penuh kehangatan rindu dan saling sinergi itu apa masih ingin diraih …bagaimana bidadariq?
edo dudut kenapa engkau selalu bersikap serasa tanpa salah..dan merasa tidak  berhak tuk menerima suasana ini..jangan egois donk "do" harusnya mulai belajar memahami bidadarimu…aq tau harapan mu buat bidadarimu…apa coba…komunikasi dan saling mengertikan..sabar aja ya do..bidadarimu masih perlu waktu..tapi yang kusalut sama kamu "do" tetep do’akan sang bidadari…kelancaran,keberkahan,kelapangan selalu teruntai dalam doa tuk bidadari…ini lah bagian kecil ilmu kehidupan…nikmati aja ya… ingat harus kapada siapa kamu harus bersandar…Cemangat.. ;-p

Menikmati kritik & Celaan

January 21st, 2008 by ed0-thea

Kejernihan dan kekotoran hati seseorang akan tampak jelas tatkala dirinya ditimpa kritik, celaan, atau penghinaan orang lain. Bagi orang yang lemah akal dan imannya, niscaya akan mudah goyah dan resah. Ia akan sibuk menganiaya diri sendiri dengan memboroskan waktu untuk memikirkan kemungkinan melakukan pembalasan. Mungkin dengan cara-cara mengorek-ngorek pula aib lawannya tersebut atau mencari dalih-dalih untuk membela diri, yang ternyata ujung dari perbuatannya tersebut hanya akan membuat dirinya semakin tenggelam dalam kesengsaraan batin dan kegelisahan.

Persis seperti orang yang sedang duduk di sebuah kursi sementara di bawahnya ada seekor ular berbisa yang siap mematuk kakinya. Tiba-tiba datang beberapa orang yang memberitahukan bahaya yang mengancam dirinya itu. Yang seorang menyampaikannya dengan cara halus, sedangkan yang lainnya dengan cara kasar. Namun, apa yang terjadi? Setelah ia mendengar pemberitahuan itu, diambilnya sebuah pemukul, lalu dipukulkannya, bukan kepada ular namun kepada orang-orang yang memberitahukan adanya bahaya tersebut.

Lain halnya dengan orang yang memiliki kejernihan hati dan ketinggian akhlak. Ketika datang badai kritik, celaan, serta penghinaan seberat atau sedahsyat apapun, dia tetap tegar, tak goyah sedikit pun. Malah ia justru dapat menikmati karena yakin betul bahwa semua musibah yang menimpanya tersebut semata-mata terjadi dengan seijin Allah Azza wa Jalla.

Allah tahu persis segala aib dan cela hamba-Nya dan Dia berkenan memberitahunya dengan cara apa saja dan melalui apa saja yang dikehendaki-Nya. Terkadang terbentuk nasehat yang halus, adakalanya lewat obrolan dan guyonan seorang teman, bahkan tak jarang berupa cacian teramat pedas dan menyakitkan. Ia pun bisa muncul melalui lisan seorang guru, ulama, orang tua, sahabat, adik, musuh, atau siapa saja. Terserah Allah.

Jadi, kenapa kita harus merepotkan diri membalas orang-orang yang menjadi jalan keuntungan bagi kita? Padahal seharusnya kita bersyukur dengan sebesar-besar syukur karena tanpa kita bayar atau kita gaji mereka sudi meluangkan waktu memberitahu segala kejelekkan dan aib yang mengancam amal-amal shaleh kita di akhirat kelak.

Karenanya, jangan aneh jika kita saksikan orang-orang mulia dan ulama yang shaleh ketika dihina dan dicaci, sama sekali tidak menunjukkan perasaan sakit hati dan keresahan. Sebaliknya, mereka malahan bersikap penuh dengan kemuliaan, memaafkan dan bahkan mengirimkan hadiah sebagai tanda terima kasih atas pemberitahuan ihwal aib yang justru tidak sempat terlihat oleh dirinya sendiri, tetapi dengan penuh kesungguhan telah disampaikan oleh orang-orang yang tidak menyukainya.

Sahabat, bagi kita yang berlumur dosa ini, haruslah senantiasa waspada terhadap pemberitahuan dari Allah yang setiap saat bisa datang dengan berbagai bentuk.

Ketahuilah, ada tiga bentuk sikap orang yang menyampaikan kritik. Pertama, kritiknya benar dan caranya pun benar. Kedua, kritiknya benar, tetapi caranya menyakitkan. Dan ketiga, kritiknya tidak benar dan caranya pun menyakitkan.

Bentuk kritik yang manapun datang kepada kita, semuanya menguntungkan. Sama sekali tidak menjatuhkan kemuliaan kita dihadapan siapapun, sekiranya sikap kita dalam menghadapinya penuh dengan kemuliaan sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Karena, sesungguhnya kemuliaan dan keridhaan-Nyalah yang menjadi penentu itu.

Allah SWT berfirman, “Dan janganlah engkau berduka cita karena perkataan mereka. Sesungguhnya kekuatan itu bagi Allah semuanya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Yunus [10] : 65)

Ingatlah, walaupun bergabung jin dan manusia menghina kita, kalau Allah menghendaki kemuliaan kepada diri kita, maka tidak akan membuat diri kita menjadi jatuh ke lembah kehinaan. Apalah artinya kekuatan sang mahluk dibandingkan Khalik-nya? Manusia memang sering lupa bahwa qudrah dan iradah Allah itu berada di atas segalanya. Sehingga menjadi sombong dan takabur, seakan-akan dunia dan isinya ini berada dalam genggaman tangannya. Naudzubillaah!!!

Padahal, Allah Azza wa Jalla telah berfirman, “Katakanlah, Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan. Engkau berikan kerajaan kepada orang Kau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Kau kehendaki. Engkau muliakan yang Kau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Kau Kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali ‘Imran [3] : 26)***

Mengendalikan Amarah

January 21st, 2008 by ed0-thea

Hikam :
Dan bergeraklah menuju ampunan Allah yang memiliki surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang dijanjikan untuk orang-orang bertaqwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun di waktu sempit dan orang-orang yang suka menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang, Allah menunjuki orang-orang yang suka berbuat kebajikan.

Marah itu dapat merusak iman, seperti pahitnya jadam merusak manisnya madu. Tidaklah dikatakan pemberani karena seseorang cepat meluapkan amarahnya. Seorang pemberani adalah orang yang dapat menguasai diri dan hawa nafsunya ketika dia marah.

Dari Abu Hurairah, bahwasanya seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw: "Berilah nasehat kepadaku, Rasulullah bersabda janganlah kamu marah lalu beliau mengulanginya janganlah kamu marah."

Amarah tidak mutlak seratus persen terlarang karena amarah itu bagian dari karunia Allah swt. Yang harus kita ketahui amarah bagaimana yang bisa membawa barokah dan amarah bagaimana yang bisa mendatangkan musibah.

Menurut Rasulullah marah itu seperti jadam yang merusak manisnya madu. Sekuat apapun keimanan seseorang kalau dia pemarah bisa rusak keimannya.

Ada orang yang lambat marahnya, lambat redanya dan lama bermusuhannya ini termasuk marah yang jelek. Ada juga orang yang cepat marah cepat juga redanya, ini termasuk marah yang kurang bagus. Ada juga orang yang cepat marah dan lambat redanya ini termasuk marah yang paling jelek. Dan yang paling bagus adalah lambat marahnya cepat redanya

Berbahagialah bagi orang yang punya kesadaran untuk menahan amarahnya, bukan tidak boleh marah tapi tahan sekuat-kuatnya. Kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat ramah, sopan kepada kita, makin banyak harapan kita kepada orang makin berpeluang kita sakit hati, jadi kita tidak bisa memaksa orang lain bersikap seperti yang kita inginkan. Yang harus kita usahakan, kita harus bisa menyikapi orang lain dengan sikap terbaik, apapun yang mereka lakukan.

Jadi kalau ada orang yang marah jangan ditentang tapi diterima, bukannya membenarkan kemarahan tapi memahaminya untuk damai. Dengan adanya amarah kita bela keluarga kita, dengan adanya amarah kita bela agama dan dengan adanya amarah kita bela orang lemah.

Rasulullah marah pada saat yang tepat dengan alasan yang tepat hasilnya manfaat. Seperti pada saat pembagian harta setelah perang Hunaim berakhir. Kaum anshor menyebut Rasul tidak adil. Rasul marah dan berkata: "Jika Allah dan rasulnya tidak adil maka siapa lagi yang adil. Marahnya Rasul singkat, punya makna, mendalam dan tidak meyakiti siapapun tapi membangkitkan kesadaran. Yang paling penting kalau kita marah orang bisa berubah menjadi lebih baik, tanpa terluka dan tanpa kita berperilaku dzalim.

Menahan amarah adalah dengan cara, banyak istigfar banyak membaca taudz, berwudhu atau pindah dari tempat tersebut. Jangan biarkan kita berada di tempat yang memancing kemarahan dan jika kita sudah marah sebaiknya kita bertaubat kepada Allah swt.

Teka – Teki & Pandangan Imam Al-Ghazali

January 1st, 2008 by ed0-thea

 

 

Suatu hari Imam
Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya dan kemudian

beliau memberikan
pertanyaan teka-teki…

 

Imam Ghazali : "Apakah
yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?"

Murid 1 : Orang tua

Murid 2 : Guru

Murid 3 : Teman

Imam Ghazali : Semua
jawaban itu benar.
Tetapi yang
paling dekat dengan kita

ialah MATI. Sebab
itu adalah janji Allah SWT bahwa setiap yang berjiwa pasti

akan merasakan mati (Surah
Ali-Imran : 185).

 

Imam Ghazali : "Apa yang
paling jauh dari kita di dunia ini?"

Murid 1 : Negeri Cina

Murid 2 : Bulan

Murid 3 : Matahari

Iman Ghazali : Semua
jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah
MASA

LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap
kita tidak akan dapat

kembali ke masa yang
lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari

esok dan hari-hari yang
akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan

ajaran Agama.

 

Imam Ghazali : "Apa
yang paling besar di dunia ini?"

Murid 1 : Gunung

Murid 2 : Matahari

Murid 3 : Bumi

Imam Ghazali : Semua
jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah
HAWA

NAFSU (Surah Al A’raf : 179).

 

"Dan sesungguhnya
Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari

jin dan manusia, mereka
mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk

memahami (ayat-ayat Allah
SWT) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak

dipergunakannya untuk
melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah SWT), dan mereka

mempunyai telinga
(tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat

Allah SWT). Mereka itu
sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat

lagi. Mereka itulah
orang-orang yang lalai".

 

 

 

 

 

 

 

Imam Ghazali : "Apa
yang paling berat di dunia?"

Murid 1 : Baja

Murid 2 : Besi

Murid 3 : Gajah

Imam Ghazali : Semua itu
benar, tapi yang paling berat adalah
MEMEGANG

AMANAH (Surah Al-Azab : 72).

 

"Sesungguhnya Kami
telah mengemukakan amanat[*] kepada langit, bumi dan

gunung-gunung, maka
semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka

khawatir akan
mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia.

Sesungguhnya manusia itu
amat zalim dan amat bodoh".

 

[*]: Yang dimaksud dengan
amanat di sini ialah tugas-tugas keagamaan.

Tumbuh-tumbuhan, binatang,
gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika

Allad SWT meminta mereka
menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi

manusia dengan sombongnya
berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT

sehingga banyak manusia
masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.

 

Imam Ghazali : "Apa
yang paling ringan di dunia ini?"

Murid 1 : Kapas

Murid 2 : Angin

Murid 3 : Debu

Imam Ghazali : Semua
jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali

di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita
atau

urusan dunia, kita
tinggalkan sholat.

 

Imam Ghazali : "Apa
yang paling tajam sekali di dunia ini?"

Murid-murid dengan
serentak menjawab : Pedang

Imam Ghazali : Itu benar,
tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah

LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya
menyakiti hati

dan melukai perasaan
saudaranya sendiri

DUNIA WANITA: JANGAN PERNAH MERASA LEBIH RENDAH …

December 29th, 2007 by ed0-thea

Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan salah seorang
teman wanita semasa SMU. Ia seorang anak yang cerdas dan selalu punya
inisiatif. Namun ia memang sedikit kurang beruntung; karena kondisi ekonomi
keluarganya yang kurang memungkinkan, ia tidak dapat melanjutkan pendidikannya
sampai ke perguruan tinggi. Pernah sekali bekerja di sebuah kantor, tetapi
karena hasil yang didapat masih belum dapat memenuhi kebutuhannya, ia akhirnya
keluar dan berharap dapat memperoleh pekerjaan di tempat lain. Beberapa kali ia
ditolak karena banyak perusahaan lebih membutuhkan pekerja laki-laki daripada
perempuan. Ia lalu merasa diri tidak lebih beruntung dilahirkan sebagai seorang
perempuan.

Sekeluarnya dari tempat kerja, untuk mengisi waktu, ia iseng-iseng membuatkan
baju untuk keponakannya yang masih kecil. Ia memang suka menjahit dan di rumah
ia punya mesin jahit. Ternyata keponakannya menyukai baju yang dibuatnya,
karena jahitannya rapi dan halus. Dari situlah ia lalu memberanikan diri untuk
membuka usaha menjahit kecil-kecilan. Awalnya hanya tetangga kiri-kanannya
saja, tetapi akhirnya langganannya bertambah. Beberapa orang yang belum
dikenalnya akhirnya menjadi pelanggan setianya. Begitulah akhirnya ia dapat
terus survive meski hanya berbekal
ijazah SMU.

Barangkali kita sudah sering mendengar cerita seperti di atas. Cerita mengenai
sebuah romantisme hidup seorang perempuan yang akhirnya membawa keberuntungan.
Mungkin sebagian dari kita saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi atau
kehidupan yang sulit sehingga bisa mencibir, "ia memang nasibnya lebih
beruntung daripada saya."

Bagaimanapun saya tahu benar usaha teman saya itu. Saya tahu betapa ia pernah
sangat putus asa dan tidak tahu apa yang harus diperbuatnya untuk menyambung
hidup, sementara ayahnya sudah tiada dan adik-adiknya masih melanjutkan
sekolah. Ia tak punya uang untuk ikut kursus macam-macam sebagai nilai tambah
untuk mencari pekerjaan. Apalagi sebagai anak perempuan dan anak pertama, ia
merasa tidak setangguh anak lelaki yang sepertinya bisa melakukan lebih banyak
pekerjaan.

Seorang wanita terkadang merasa diri lebih rendah di depan laki-laki. Ia merasa
tidak lebih kuat dibandingkan laki-laki. Namun sebenarnya dibalik kelembutan
seorang wanita, ada begitu banyak kekuatan lebih dibandingkan laki-laki.
Seorang wanita biasanya memiliki kecenderungan untuk lebih teliti, sabar, dan
telaten. Teman saya itu, menggunakan ketelitian dan ketelatenannya untuk
membuka usaha jahitannya.

Maka jika Anda seorang wanita, maka jangan pernah merasa diri lebih rendah di
depan laki-laki. Anda punya nilai lebih yang tidak dapat diremehkan begitu
saja. Jika Anda mau mengasah nilai lebih Anda, Anda akan sama "tajam"
atau bahkan "lebih tajam" dibandingkan pria.
______________________________________

 

TAHUKAH KAMU?

December 29th, 2007 by ed0-thea

Jalannya (Pergeseran) Benua

Allah Berfirman : “Dan apakah kamu kira gunung-gunung itu diam di tempat? Padahal gunung-gunung itu berjalan seperti jalannya awan…” (Q.S. an Naml : 88).

Gunung-gunung itu menempel di bumi, dalam hal ini benua. Jadi, benua pun berjalan atau bergeser. Ini kata Allah. Gimana kata ilmuwan? Sudah dibuktikan secara ilmiah, lempeng benua itu berjalan (bergeser) tiap tahun sejauh 10-15 cm. Klop khan? Subhanallah…

Ya Allah..

October 4th, 2007 by ed0-thea

Ku ingat Engkau saat alam begitu gelap gulita
Dan Wajah zaman berlumuran debu hitam
ku sebut Nama Mu dengan lantang saat fajar menjelang
dan fajar pun merekah seraya menebar senyum indah

Betapapun kulukiskan keagungan MU dengan deretan huruf
KekudusanMU tetap meliputi semua arwah
Engkau tetap Yang Maha Agung
sedang semua makna akan lebur, mencair ditengah keagunganMu

Kekuatan

September 1st, 2007 by ed0-thea

Ada


kekuatan di dalam cinta,

 

Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang
yang kuat

 

Karena ia bisa mengalahkan keinginannya

 

Untuk mementingkan diri sendiri.

 

Ada


kekuatan dalam tawa kegembiraan,

 

Orang tertawa gembira adalah orang yang kuat

 

Karena ia tidak pernah
terlarut dengan tantangan dan cobaan.

 

 Ada
kekuatan di dalam kedamaian diri
 

Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah
orang yang kuat

Karena ia tidak pernah tergoyahkan

Dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Ada kekuatan
di dalam kesabaran,

Orang yang sabar
adalah orang yang kuat

Karena ia
sanggup menanggung segala sesuatu

Dan ia tidak
pernah merasa disakiti. 

Ada kekuatan di dalam
kemurahan,

Orang yang murah hati
adalah orang yang kuat

Karena ia tidak pernah
menahan mulut dan tangannya

Untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.

Ada


kekuatan di dalam kebaikan,

Orang yang baik
adalah orang yang kuat

Karena ia bisa
selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.

Ada


kekuatan di dalam kesetiaan,

Orang yang setia adalah orang yang kuat

Karena ia bisa mengalahkan nafsu dan
keinginan pribadi

Dengan kesetiaannya
kepada Allah dan sesama.

Taqqabbalallohu Minna Waminkum Kulu Amin Wa Antum Bi Khair

October 22nd, 2006 by ed0-thea

Jika Tangan Tak Kuasa Menjabat
Setidaknya Kata Masih Dapat Terungkap
Seiring Pagi Dihari Yang Fitri
Mari Kembali Sucikan Hati

SELAMAT IDUL FITRI  1927 H
MOHON MAAF LAHIR & BATIN
edo & family